Search

Harga Sayur Fluktuatif, Tetap Diminati Pembeli - Jawa Pos

Seperti buncis misalnya. Harganya naik. Sebelumnya Rp 10 ribu, kemarin jadi Rp 12 ribu. Harga tomat pun naik dari Rp 12 ribu menjadi Rp 14 ribu. Namun, untuk kubis turun. Dari Rp 8 ribu menjadi Rp 6 ribu.

Sedangkan wortel, menurut Nur Wahyu Ernawati, 28, pedagang sayur Setonobetek, harganya naik. “ Wortel itu naiknya seribu-seribu Mas. Dari Rp 11 ribu kemudian Rp 12 ribu dan sekarang (kemarin, Red) Rp 13 ribu jualnya,” paparnya.

Meski begitu, pedagang mengaku, jumlah pembeli tetap sama. Ini karena sayuran menjadi bahan pokok yang selalu dibutuhkan. Atina mengatakan, naik turunnya harga disebabkan pasokan sayur. “Selain itu juga musim hujan Mas. Ada beberapa sayuran yang tidak terlalu tahan dengan curah hujan tinggi,” jelasnya.

Dimas, 19, pedagang di pasar yang sama, menjelaskan harga sayur di lapaknya bervariasi. Kubis dijual tetap Rp 8 ribu dan sawi Rp 7 ribu. “Wortel naik Mas sama kayak penjual yang lain, sekarang jualnya Rp 14 ribu. Untuk terong ungu tetap Rp 6 ribu saja,” urainya.

Itu berbeda lagi dengan harga cabai yang sempat mengalami kenaikan dan kembali turun kemarin. Tak berbeda juga dengan bawang putih impor yang cenderung naik terus akibat novel coronavirus (n-Cov) yang menjangkiti negeri Tiongkok. “Kalau bawang putih jangan ditanya Mas. Naik terus. Sekarang harganya Rp 55 ribu,” pungkas Atina.

(rk/baz/die/JPR)

Let's block ads! (Why?)



"sayur" - Google Berita
February 11, 2020 at 02:12PM
https://ift.tt/2OJuqH3

Harga Sayur Fluktuatif, Tetap Diminati Pembeli - Jawa Pos
"sayur" - Google Berita
https://ift.tt/2MUT4Fn

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Harga Sayur Fluktuatif, Tetap Diminati Pembeli - Jawa Pos"

Post a Comment

Powered by Blogger.