Search

Awalnya Kaktus, Sebulan Terakhir Jualan Bibit Cabai hingga Sayur - Jawa Pos

DENPASAR, BALI EXPRESS – Gerakan menanam adalah salah satu aktivitas yang menyenangkan. Namun sangat jarang dijumpai dijaman modern ini. Minimnya lahan membuat orang enggan untuk bercocok tanam. Akan tetapi saat ini, orang-orang mulai menanam kembali. Walau lahan yang tersedia sangat minim, orang-orang mulai menyiasatinya dengan menanam dalam pot ataupun media hidroponik.

Salah satu wartawan Radar Bali, I Made Dwija Putera telah melakukannya sejak setahun lalu. Ia merintis usahanya bersama istri tercinta Ni Luh Putu Putriyani Dewi. Mereka memutuskan untuk mebuat tanaman hias kaktus mini atau sukulen. Namun belakangan usaha kaktusnya sudah berkurang peminatnya. Sebab hotel dan restoran sudah banyak yang tutup. “Kaktusnya masih kok tetap jalan. Tapi sudah jarang ada yang order, karena biasanya kami kirim ke hotel atau restoran. Sekarang sudah pada tutup,” ujar Putri saat ditemui di rumahnya Kamis (23/4) siang.

Logo usaha milik Dwija

Logo usaha milik Dwija (ISTIMEWA)

Karena kaktus yang dibudidaya sudah sedikit peminatnya, maka Dwija dan istri beralih menanam bibit pangan. Bibit-bibit itu ditanam dalam media tanam dengan menggunakan polybag. “Kalau bibit ini ada terong, cabai, mentimun, dan sayuran. Awalnya ini hanya untuk kebutuhan dapur saja. Lumayan hemat uang belanja saat corona ini, karena bahan dapur sekarang lumayan mahal. Tapi banyak yang tanya-tanya. Akhirnya kami buat untuk dijual juga,” ungkap Putri.

Selain membibit tanaman untuk kebutuhan dapur, permintaan merambah ke bibit buah dan tanaman bunga. Baru satu bulan merintis usaha pembibitan, sudah banyak pelanggan yang memboyong bibit tanamannya. “Paling banyak dicari itu bibit cabai, lemon, jeruk nipis, jeruk purut dan tanaman sayur. Karena banyak dicari juga untuk bahan masakan. Sedangkan untuk bibit lainnya paling banyak diminati adalah bibit jambu kristal. Dalam satu minggu sudah lebih dari 10 bibit yang terjual,” jelasnya lagi.

Untuk proses pengirimannya biasanya Dwija mengantarkannya sampai ke lokasi pemesan apabila orderannya banyak. Namun, ia juga memanfaatkan jasa ojek online dengan ongkos kirim yang dikenakan. Akan tetapi apabila pemesan hanya membeli satu bibit, Dwija meminta untuk langsung mengambil dirumahnya. Dari usaha yang dirintisnya itu, dapat menambah pemasukan di tengah badai korona yang sedang merajalela.

Selama ini, penjualan dilakukan via online dengan memanfaatkan akun media sosial. Bibit-bibit yang ditanam tidak menggunakan pupuk kimia. Seluruhnya menggunakan bahan organik seperti sekam padi, pupukkandang dan tanah subur.

Let's block ads! (Why?)



"sayur" - Google Berita
April 23, 2020 at 07:03PM
https://ift.tt/3510qNy

Awalnya Kaktus, Sebulan Terakhir Jualan Bibit Cabai hingga Sayur - Jawa Pos
"sayur" - Google Berita
https://ift.tt/2MUT4Fn

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Awalnya Kaktus, Sebulan Terakhir Jualan Bibit Cabai hingga Sayur - Jawa Pos"

Post a Comment

Powered by Blogger.